- Isi Kepribadian Muhammadiyah
Matan atau teks
Kepribadian Muhammadiyah dihasilkan dalam Muktamar Muhammadiyah ke-35 di
Jakarta atau yang dikenal dengan Muktamar setengah abad. Isi dari “Matan
Kepribadian Muhammadiyah” ini harus diketahui dan dipahami oleh setiap anggota
persyarikatan Muhammadiyah. Adapun isi lengkapnya sebagai berikut :
Matan (teks) Kepribadian
Muhammadiyah
- Apakah Muhammadiyah Itu ?
Muhammadiyah adalah
suatu persyarikatan merupakan “Gerakan Islam”. Maksudnya dakwah Islam amar
ma’ruf nahi munkar yang ditujukan kepada dua hal yaitu perseorangan dan
masyarakat.
Dakwah dan amar ma’ruf
nahi munkar pada bidang yang pertama atau perseorangan terbagi menjadi 2 yaitu
:
- Kepada yang telah Islam bersifat Tajdid (Pembaruan). Artinya mengembalikan kepada ajaran Islam yang murni.
- Kepada yang belum Islam bersifat seruan dan ajakan untuk memeluk agama Islam.
- Dasar Amal Usaha dan Perjuangan Muhammadiyah
Dalam perjuangan
melaksanakan usahanya menuju tujuan terwujudnya masyarakat utama, adil, dan
makmur yang diridhoi Allah SWT dimana kesejahteraan, kebaikan, dan kebahagiaan
luas merata, Muhammadiyah mendasarkan segala gerak dan amal usahanya atas
prinsip-prinsip dalam muqadimah anggaran dasarnya, yaitu :
- Hidup manusia harus berdasar tauhid, ibadah, dan taat kepada Allah SWT.
- Hidup manusia harus bermanfaat.
- Mematuhi ajaran-ajaran agama islam.
- Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam dalam masyarakat.
- Ittiba’ kepada langkah perjuangan langkah nabi Muhammad SAW.
- Melancarkan amal usaha dan perjuangan dengan ketertiban organisasi.
- Pedoman Amal Usaha dan Perjuangan Muhammadiyah
Dengan memperhatikan
dasar prinsip diatas, maka Muhammadiyah berpedoman : “Berpegang teguh akan
ajaran Allah dan Rasul-Nya, bergerak membangun di segala bidang dan lapangan
dengan menggunakan cara serta menempuh jalan yang diridhoi Allah SWT”. Artinya,
setiap usaha dan aktivitas dalam Muhammadiyah perlu didasarkan pada niat untuk
beribadah kepada Allah SWT. Kemudian niat itu dikuatkan dengan merujuk kepada
ajaran Allah agar setiap usaha yang dilakukan mendapatkan ridho Allah SWT.
- Sifat Muhammadiyah
Muhammadiyah memiliki
sifat-sifat yang merupakan nilai-nilai dasar untuk melakukan gerakan. Untuk
itu, setiap warga Muhammadiyah wajib memelihara sifat-sifatnya sebagaimana
hasil Muktamar Muhammadiyah ke-35 di Jakarta tahun 1962. Adapun sifat-sifat
Muhammadiyah sebagai berikut :
- Beramal dan berjuang untuk perdamaian dan kesejahteraan.
- Memperbanyak kawan dan mengamalkan ukhuwah
- Lapang dada, luas pandangan dengan memegang teguh ajaran Islam.
- Bersifat keagamaan dan kemasyarakatan.
- Mengingahkan segala hukum, undang-undang, peraturan serta dasar Negara yang sah.
- Amar ma’ruf nahi munkar dalam segala lapangan serta menjadi contoh teladan yang baik.
- Aktif dalam perkembangan masyarakat dengan maksud ishlah dan pembangunan sesuai dengan ajaran Islam.
- Kerjasama dengan golongan agama Islam manapun dalam usaha menyiarkan dan mengamalkan agama Islam.
- Membantu pemerintah serta bekerjasama dengan golongan lain, sebagai pemelihara dan membangun Negara.
- Bersifat adil serta korektif ke dalam dan ke luar dengan bijaksana.
- Penjelasan Kepribadian Muhammadiyah
- Apakah Muhammadiyah Itu ?
Pokok pembahasan
pertama yang ditegaskan dalam kepribadian Muhammadiyah adalah berupa pertanyaan
“Apakah Muhammadiyah Itu ?”. Pertanyaan itu sesungguhnya untuk mengungkapkan
tentang hakikat apa dan siapa Muhammadiyah itu, atau mengungkapkan tentang jati
diri Muhammadiyah yang sebenar-benarnya. Oleh karena itu, pertanyaan apakah
Muhammadiyah itu dapat diganti dengan “Hakikat Muhammadiyah”
- Hakikat kepribadian Muhammadiyah
Hakikat kepribadian
Muhammadiyah adalah wajah dan wijhahnya persyarikatan Muhammadiyah.
Wajah tersebut
mencerminkan 3 predikat yang melekat kuat sebagai asy-syaksiyah atau jati
dirinya secara utuh. 3 predikat yang dimaksud adalah Muhammadiyah sebagai
gerakan Islam, dakwah, dan tajdid.
- Muhammadiyah sebagai gerakan Islam
Muhammadiyah sebagai
gerakan Islam didasarkan pada segi asas (aqidah) perjuangan Muhammadiyah.
Muhammadiyah menjadikan dinul Islam sebagai subjek (sumber nilai) dan sumber
objek (sumber konsep) perjuangannya. Sebagai sumber subjek ialah bahwa semua
kegiatan dan amal usaha Muhammadiyah selalu digerakkan oleh ruh Al-Islam.
Sebagai sumber objek ialah semua kegiatan dan amal usaha Muhammadiyah
dimaksudkan untuk “menegakkan dan menjunjung tinggi agama Allah SWT”. Sebagai
sumber nilai dan konsep dinul islam tidak bisa dipisahkan dari perjuangan
Muhammadiyah. Islam telah menjadi “sibghah” yang mendasari, menjiwai, dan
mewarnai gerakan Muhammadiyah.
Tidak diragukan bahwa
eksistensi dan esensi Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, bukan gerakan
social-kemasyarakatan semata. Gerakan kemasyarakatannya hanyalah bagian atau
fungsi tranformasi dari gerakan Islam. Kondisi sosio-historis berdirinya
Muhammadiyah tidak lain karena diilhami, dimotivasi, dan disemangati oleh
ajaran-ajaran al-Qur’an. Motif gerakannya tidak lain kecuali semata-mata untuk
merealisasikan prinsip-prinsip ajaran islam dalam kehidupan nyata.
Gerakannya hendak
berusaha menampilkan wajah islam dalam dinamika hidup, yang dapat dihayati,
dirasakan, dan dinikmati oleh manusia sebagai rahmatan lil ‘alamin.
- Muhammadiyah Sebagai Gerakan Dakwah
Ciri kedua dari gerakan
Muhammadiyah dikenal sebagai gerakan dakwah Islam , amar makruf nahi munkar.
Ciri yang kedua ini telah muncul sejak dari kelahirannya dan tetap melekat tak
terpisahkan dalam jati diri Muhammadiyah. Hal ini diakui oleh beberapa pihak
yang menyatakan bahwa Muhammadiyah terlihat sebagai pergerakan dakwah yang
menekankan pengajaran serta pendalaman nilai-nilai dan memiliki kepedulian yang
sangat besar terhadap penetrasi misi Kristen di Indonesia.
Secara istilah
(terminologi) berarti penyampaian Islam kepada manusia, baik secara
lisan,tulisan ,ataupun lukisan. Sedangkan secara istilah, setidaknya ada
beberapa batasan atau definisi sebagai berikut:
- Segala Aktivitas dan usaha untuk mengubah satu situasi tertentu kearah lain yang lebih baik, sesuai dengan ajaran islam.
- Usaha-usaha menyerukan dan menyampaikan kepada perorangan manusia dan seluruh umat konsepsi islam tentang pandangan dan tujuan hidup di dunia ini, yang meliputi amar ma’ruf dan nahi munkar, dengan berbagai media dan cara yang baik dan membimbing mengamalkannya dalam perikehidupan perorangan , keluarga (usrah), masyarakat dan bernegara.
- Mengajak dan menyeru manuasia atau masyarakat kepada ajaran islam, dengan memberikan pengertian dan kesadaran akan kebenaran ajaran-ajaran islam sehingga manusia atau masyarakat dapat menginsafi akan kebaikan, kelebihan , dan keutamaan islam bagi pembentukan pribadi yang utama, dan bagi mengatur ketertiban hidup bermasyarakat, dalam segala aspek kehidupan, seperti bidang ‘iktiqad , ibadah, akhlak, kebudayaan , pendidikanm-pengajaran, ilmu pengetahuan, social, ekonomi, juga dalam bidang kenegaraan-politik dan sebagainya.
Tujuan dakwah islamiyah
secara proposional meliputi tiga sasaran , yaitu :
- Agar umat manusia menyembah kepada Allah , tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu, dan tidak akan menyembah tuhan selain Allah semata-mata.
- Agar umat manusia bersedia menerima islam sebagai agamanya, memurniakan keyakinannya, hanya mengakui Allah sebagai tuhannya, membersihkan jiwanya dari penyakit nifaq (kemunafikan) dan selalu menjaga amal perbuatannya agar tidak bertentangan dengan ajaran agama yang dianutnya.
- Dakwah ditujukan untuk merubah system pemerintahan yang zalim ke pemerintahan islam.
Objek yang dijadikan
sasaran dakwah (mad’u) Muhammadiyah ada dua macam, yaitu:
- Orang yang belum islam (umat dakwah)
Dakwah kepada orang
yang belum islam adalah ajakan, seruan , dan panggilan yang sifatnya
menggembirakan dan menyenangkan (tabsyir). Caranya adalah dengan tidak ada
paksaan masuk itu sendiri.
- Orang yang sudah Islam (umat ijabi)
Sifat dakwah yang
dilakukan kepada orang yang sudah islam bukan lagi bersifat ajakan untuk
menerima islam sebagai agamanya, tetapi bersifat tajdid dalam arti pemurnian
(purifikasi( dan dapat juga berarti pembaruan (reformasi).
- Muhammadiyah sebagai gerakan Tajdid
Ciri ketiga yang
melekat pada persyarikatan Muhammadiyah adalah sebagai gerakan tajdid atau
gerakan reformasi. Menurut paham Muhammadiyah, Tajdid mempunyai dua pengertian.
Pertama, mengandung pengertian purifikasi dan reformasi ; yaitu, pembaruan
dalam pemahaman dan pengalaman ajaran islam kearah keaslian dan kemurniaannya
sesuai dengan al-Qur’an dan al-Sunnah al-Maqbulah. Dalam pengertian pertama ini
diterapkan pada bidang akidah dan ibadah mahdah. Kedua,
mengandung pengertian modernisasi atau dinamisasi (pengembangan) dalam
pemahaman dan pengalaman ajaran islam sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan
dan teknologi serta perubahan masyarakat. Pengertian kedua diterapkan pada
masalah mu’amalah duniawiyah.
Tajdid dalam pengertian
ini sangat diperlukan, terutama setelah memasuki era globalisasi, karena pada
era ini bangsa-bangsa di dunia mengalami hubungan antarbudaya yang sangat
kompleks.
Sebagai gerakan tajdid,
Muhammadiyah telah melahirkan berbagai prestasi yang mengagumkan. Diantaranya
adalah:
- Membersihkan Islam dari pengaruh dan kebiasaan yang bukan islam
- Reformulasi doktrin Islam dengan pandangan alam pikiran modern
- Reformulasi ajaran Islam dan pendidikan Islam
- Mempertahankan islam dari pengaruh dan serangan orang diluar Islam.
- Dasar Amal Usaha dan Perjuangan Muhammadiyah
Dalam perjuangan
melaksanakan usaha menuju tujuan terwujudnya masyarakat utama, adil dan makmur
yang diridlai Allah SWT di mana kemakmuran dan kesejahteraan, kebaikan dan
kebahagiaan luas merata, persyarikatan Muhammadiyah mendasarkan segala langkah,
gerak dan amal usaha diatas prinsip-prinsip yang tersimpul dalam Muqaddimah
Anggaran Dasar Muhammadiyah.
- Hidup manusia harus berdasarkan tauhid, ibadah, dan taat kepada Allah semata-mata
- Hidup Manusia Bermasyarakat
- Menegakkan ajaran islam dengan keyakinan bahwa ajaran islam adalah satu-satunya landasan kepribadian dan ketertiban bersama untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.
- Menegakkan dan menjunjung tinggi agama islam dalam masyarakat adalah wajib, sebagai ibadah kepada Allah dan berbuat Ihsan dan Islah kepada kemanusiaan.
- Ittiba’ kepada langkah perjuangan Nabi Muhammad SAW
- Melancarkan amal usaha dan perjuangannya dengan ketertiban organisasi.
- Pedoman Amal Usaha dan Perjuangan Muhammadiyah
Dari segi taktik
perjuangan sering orang berpendirian bahwa tidak mengapa kita bertindak
menyalahi peraturan bahkan tidak mengapa bertindak sesuai dengan ajaran islam,
asal dengan maksud untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Kadang-kadang sampai
orang berpendapat bahwa tiada celanya berbuat sesuatu yang menyeleweng dari
hokum agama, asal hanya untuk siasat belaka. Dalam Muhammadiyah hal ini tidak
boleh terjadi. Hukum dan ajaran agama islam wajib dipegang teguh dan di junjung
tinggi. Tujuan yang baik harus dicapai dengan cara yang baik pula. Cita-cita
yang diridhoi Allah harus dicapai dengan cara serta usaha yang diridhoi Allah
SWT. Muhammadiyah berjuang tidak sekedar mencari berhasilnya tujuan
semata-mata, tetapi disamping itu juga dengan maksud beribadah, berbakti kepada
Allah dan berjasa kepada kemanusiaan. Muhammadiyah berjuang dengan keyakinan
bahwa kemenangan ada di tangan Allah, dan tiu akan di anugerahkan kepada siapa
yang bersungguh-sungguh berjuang dengan cara yang adil dan jujur.
- Sifat Muhammadiyah
a.“Beramal dan berjuang
untuk perdamaian dan kesejahteraan”. Dengan sifat ini Muhammadiyah tidak boleh
mencela dan mendengki golongan lain. Sebaliknya Muhammadiyah harus tabah
menghadapi celaan dan kedengkian golongan lain tanpa mengabaikan hak untuk
membela diri kalau perlu dan itu pun harus dilakukan secara baik tanpa
dipengaruhi perasaan aneh .
- “Memperbanyak kawan dari mengamalkan Ukhuwah Islamiyah”. Setiap warga Muhammadiyah- siapapun orangnya- termasuk para pemimpin dan da’inya harus memegang teguh sifat ini. Dalam Rangka untuk “memperbanyak kawan dan mengamalkan Ukhuwah Islamiyah”, Inilah pada umumnya ceramah atau kegiatan dakwah lainnya yang dilancarkan oleh dai-da’I Muhammadiyah memakai gaya “sejuk penuh senyum’ bukan dakwah yang agitatif menebar kebencian ke sana ke mari.
- “Lapang Dada, Luas Pandang dengan Memegang Teguh Ajaran Islam” Lapang dada atau toleransi adalah satu keharusan bagi siapapun yang hidup dalam masyarakat, apalagi hidup dalam masyarakat yang majemuk seperti masyarakat Indonesia.
Namun dalam berlapang
dada kita tidak boleh kehilangan identitas sebagai warga Muhammadiyah yang
harus tetap memegang teguh ajaran islam. Dengan demikian, bebas tetapi tetap
terkendali.
- ‘Bersifat Keagamaan dan Kemasyarakatan”, Sifat ini merupakan sifat Muhammadiyah sejak lahir , yang tidak mungkin terlepas dari jiwa dan raga Muhammadiyah, karena Muhammadiyah sejak lahir mengemban misi agama, sedang agama diturunkan oleh Allah melalui para Nabi-Nya untuk masyarakat, yakni untuk memperbaiki masyarakat. Masyarakat “lahan” bagi segala aktivitas perjuangan Muhammadiyah.
- “Mengindahkan segala Hukum, Undang-undang serta dan falsafah Negara yang sah” Muhammadiyah sebagai satu organisasi mempunyai sejumlah anggota.
- ”Amar Ma’ruf Nahi Munkar dalam segala lapangan serta menjadi contoh teladan yang baik” Salah satu kewajiban tiap muslim ialah beramar ma’ruf dan bernahi munkar, yakni menyuruh berbuat baik dan mencegah kemungkaran. Tanda adanya amar ma’ruf dan nahi munkar kebaikan tidak akan dapat ditegakkan, dan kejahatan tidak akan diberantas.
- “Aktif dalam Perkembangan Masyarakat dengan maksud Ishlah dan pembangunan sesuai dengan ajaran Islam” kapan pun dan dimanapun Muhammadiyah memang harus selalu aktif dalam perkembangan masyarakat, sebab tanpa begitu, Muhammadiyah akan kehilangan peran dan ketinggalan sejarah, Muhammadiyah adalah kekuatan ishlah dan pembangunan sesuai dengan ajaran Islam.
- “Kerjasama dengan golongan lain mana pun, dalam usaha menyiarkan dan mengamalkan Ajaran Islam serta membela kepentingannya” Menyiarkan Islam, mengamalkan dan mengamalkan dan membela kepentingan islam, bukan hanya tugas Muhammadiyah perlu menjalin kerjasama dengan semua golongan umat islam. Tanpa Kerjasama ini, tidak mudah kita melaksanakan tugas yang berat ini.
- “Membantu Pemerintah serta kerjasama dengan golongan lain dalam memelihara Negara dan membangunnya, untuk mencapai Masyarakat yang adil dan Makmur yang Diridhoi” . Adalah suatu keharusan dijalinnya kerjasama di antara semua unsure pemilik Negara, untuk membangun Negara dan bangsa menuju tercapainya masyarakat yang adil dan makmur yg di ridhoi Allah.
- “Bersifat adil serta korektif ke dalam dan keluar, dengan bijaksana” dengan sifat tersebut , Muhammadiyah tidak senang melihat sesuatu yang tidak semestinya, dan ingin mengubahnya dengan yang lebih tepat dan lebih baik, meskipun mengenai dirinya sendiri.
Jadi Muhammdiyah tidak
tinggal diam saja dan taqlid. Tetapi koreksi pada diri sendiri dan keluar ini
tidak boleh dilakukan dengan sembarangan, melainkan harus dengan adil dan
bijaksana.
- Kepada Siapa Kepribadian Muhammadiyah kita Pimpinkan/ Berikan
Seperti telah kita
uraikan diatas, bahwa kepribadian Muhammadiyah ini pada dasarnya adalah
memberikan pengertian dan kesadaran kepada warga kita , agar mereka itu tahu
tugas kewajibannya, tahu sandaran atau dasar-dasar beramal-usahanya , juga tahu
sifat-sifat atau bentuk/ irama bagaimana mereka bertindak /bersikap pada saat
melaksanakan kewajibannya.
- Cara Memberikan atau Menentukan
Tidak ada cara lain
dalam memberikan atau menentukan Kepribadian Muhammadiyah ini, Kecuali harus
dengan teori dan praktik penanaman, pengertian dan pelaksanaan.
- Penandaan atau pendalaman pengertian tentang da’wah dan bertabligh.
- Menggembirakan dan memantapkan tugas berda’wah. Tidak merasa rendah diri dalam menjalankan da’wah , namun tidak memandang rendah kepada yang bertugas dalam lapangan lainya (politik, ekonomi, seni-budaya, dan lain-lain)
- Keadaan mereka –pra warga –hendaklah ditugaskan dengan tugas yang tentu-tentu, bukan dengan hanya sukarela. Bila perlu dilakukan dengan suatu ikatan, misalnya dengan perjanjian dengan bai’at dan lain-lain.
- Sesuai dengan masa itu, perlu dilakukan dengan musyawarah yang sifatnya mengevaluasi tugas-tugas itu.
- Sesuai dengan suasana sekarang , perlu pula dilakukan dengan formalitas yang menarik, yang tidak melanggar hukum-hukum agama dan juga dengan memberikan bantuan logistik.
- Pimpinan Cabang, Ranting Bersama-sama dengan aggota-anggotanya memusyawarahkan sasaran-sasaran yang di tuju, bahan-bahan yang perlu di bawakan dan membagi petugas-petugas sesuai dengan kemampuan dan sasarannya.
- Pada Musyawarah yang melakukan evaluasi , sekaligus dapat di tambahkan bahan-bahan atau bekal yang di perlukan, yang akan di bagikan kepada warga selaku muballigh dan muballighot.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar